Sabtu, 05 Juli 2014

Presiden RI hadapi *masalah rumit*

Ging Ginanjar

Wartawan BBC Indonesia di Brussel

Prabowo Hatta- Jokowi Jusuf Kalla

Pasangan Prabowo Hatta- Jokowi Jusuf Kalla saat mendapatkan nomor urut.

Presiden baru Indonesia harus menangani masalah yang sangat rumit, termasuk pemberantasan korupsi, demikian pengamat politik di Eropa.

Calon presiden Prabowo Subianto dan Joko Widodo melakukan debat terakhir Sabtu (05/07) menjelang pemilihan presiden pada Rabu (09/07) mendatang.

"Pemberantasan korupsi hanya salah satunya," kata David Henley, Professor untuk Studi Indonesia Kontemporer di Universitas Leiden, negeri Belanda.

Hal senada diungkapkan Shada Islam, Direktur Kebijakan Friends of Europe sebuah lembaga pemikiran di Brusel, yang memberi perhatian khusus ke Asia.

Presiden terpilih nanti, perempuan keturunan Pakistan itu, "harus berurusan dengan pelemahan ekonomi, masalah pembangunan infrastruktur, korupsi, perbaikan sistem pendidikan." Dan semua masalah itu sama pentingnya. Sama-sama prioritas.

"Tak bisa yang satu dikemudiankan dari yang lain. Dan semuanya hanya bisa ditangani jika Indonesia memiliki ekonomi yang bagus," tambah Shada.

"Jadi saya beranggapan, presiden mendatang, siapapun itu mau Jokowi atau Pabowo, harus memiliki agenda ekonomi yang kuat," tegas Shada Islam.

Sementara itu, David Henley, mengatakan, "Indonesia juga merupakan negara yang semakin tidak setara secara sosial. Kesenjangan kekayaan antara kaya dan miskin tumbuh lebih cepat dibanding di bawah Suharto"

Perkembangan ini, jika tidak diperbaiki, tambah Profesor Henley, "akan melemahkan legitimasi demokrasi itu sendiri." Karenanya harus segera dicarikan berbagai langkah pemecahannya.

"Alokasi anggaran besar-besaran pada sektor pertanian dan infrastruktur, serta pada layanan publik, bisa menjadi salah satu cara untuk mengatasi masalah ini," David Henley menambahkan.

Narasi baru vs narasi lama

Dua calon yang bertarung merebut kursi kepresidenan, Prabowo dan Jokowi, adalah nama-nama yang dikenal dunia internasional untuk dua alasan berbeda.

"Sejak menit pertama dia maju sebagai calon gubernur Jakarta dulu, ia sudah mempesona masyarakat internasional," kata Shada Islam.

kotak TPS

Kotak Tempat Pemungutan Suara tengah disiapkan di Denpasar, Bali.

"Kisah hidup pribadinya, pikiran politiknya, kepribadiannya, latar belakangnya —sosoknya keseluruhan sungguh menonjol, istimewa," tambah Shada.

Sementara Henley mengatakan, "Dalam Jokowi, Indonesia memiliki calon presiden yang mewakili arah baru, yang tak terkait dengan masa lalu."

Namun Henley mengingatkan, "tanpa ingin menjadi pesimis, ungkapan seperti itu pula yang banyak dikatakan, tatkala tanpa diduga SBY terpilih sebagai presiden pada tahun 2004."

Ia juga memberi catatan, bahwa terdapat perbedaan besar antara "kesegaran" Jokowi sebagai politikus yang tak terkait masa lalu, dengan partai pengusungnya, PDIP pimpinan Megawati yang tampak justru terikat pada masa lalu.

Namun dalam menggambarkan kedua capres, Henley mengatakan, "Jokowi mewakili kejujuran, transparansi, kesederhanaan, rasionalitas, dan sentuhan manusia biasa."

"Adapun Prabowo menampilkan sosok kebanggaan nasional, kegagahan, dan machismo, yang menarik bagi pemilih yang bernostalgia terhadap para pemimpin kuat masa lalu, Soekarno dan Soeharto."

Narasi politik

Adapun bagi Shada Islam, beda Prabowo dan Jokowi adalah pada "narasi" politiknya.

"Saya kira yang juga membuat orang penasaran adalah, ini pemilihan yang begitu hitam putih. Antara kekuatan yang mewakili Indonesia modern, Indonesia di abad ke 21 yang bergerak ke depan, yang bekerja dengan narasi modern yang maikn penting di panggung dunia. Di sisi lain adalah Indonesia yang ketinggalan zaman, yang menggunakan narasi abad lalu."

Dan nyatanya "narasi baru vs narasi lama" itu mulai seimbang pendukungnya. Itu sedikit banyak mengheranan bagi Shada Islam.

"Bagi orang luar, ini tampak sangat ganjil, bahwa rakyat di negara salah sau pengguna media sosial terbesar dunia, masih bisa tertarik pada narasi lama. Ini mengherankan," katanya.

"Tetapi ini juga menunjukkan bahwa Indonesia bukan suatu masyarakat homogen. Begitu banyak kecenderungan, kelompok agama, kelompok kepentingan, ada orang yang ingin bergerak maju, ada yang ingin mundur ke belakang," tandasnya pula.

kbri Malaysia

Kedutaan Indonesia di Malaysia mempersiapkan surat suara untuk para pemilih.

Kubu Jokowi menunjuk kampanye hitam sebagai faktor yang menggerus tingkat elektabilitas bekas walikota Solo itu dari waktu ke waktu.

Lepas dari kampanye hitam, David Henley mencatat beberapa hal di strategi kampanye kedua calon.

Menurutnya, pada awalnya Prabowo tampaknya unggul jauh ihwal daya tariknya terhadap petani dan buruh industri, khususnya dengan kebijakan ekonomi secara eksplisit pro-masyarakat miskin yang ditampilkan secara kuat dalam program Gerindra.

Namun kemudian, "Jokowi tampaknya menyadari hal ini pada waktunya, hingga ia belakangan bekerja menjangkau pemilih pedesaan secara lebih aktif."

Dampak Global

Pemilihan presiden 9 Juli, disebut sebagai Shada Islam dan David Henley sebagai ujian bagi kekokohan dan kedewasaan demokrasi Indonesia.

Selain itu, Shada Islam menyorot posisi Indonesia yang sudah kepalang menjadi "contoh langka tentang demokrasi dan Islam."

Demokasi di Indonesia, sejak lepas dari kedikatoran melalui Reformasi 1998, menurut Shada Islam, begitu hidup.

nomor urut satu dan dua

Kertas suara untuk pemilihan presiden pada tanggal 9 Juli mendatang.

Kecuali Turki, tak ada negeri Islam lain yang memiliki masyarakat demokrasi yang penuh gairah seperti Indonsia.

"Bagi dunia internasional, Indonesia adalah inspirasi dalam hal transisi demokrasi, reformasi, peralihan ke demokrasi yang sangat mulus, dari rezim otoriter ke suatu demokrasi yang penuh gairah," tegas Shada Islam.

Ada harapan yang muncul dari Pilpres 2014, tapi ada juga kecemasan.

"Indonesia adalah model yang jadi panduan. Jika pemilihan presiden ini membawa Indonesia mundur ke belakang dan bergerak ke arah narasi yang sangat berbeda, yang berdasar pada era lampau, banyak negara akan merasakan dampaknya," kata Shada.

"Jadi pilpres ini akan berdampak global," tambahnya.


http://www.bbc.co.uk/indonesia/berita_indonesia/2014/07/140705_pilpres_brussels.shtml
jika diwebsite ini anda menemukan artikel dengan informasi dan konten yang salah, tidak akurat, bersifat menyesatkan, bersifat memfitnah, bersifat asusila, mengandung pornografi, bersifat diskriminasi atau rasis mohon untuk berkenan menghubungi kami di sini agar segera kami hapus.
◄ Newer Post Older Post ►
 

© KAWUNGANTEN.COM Powered by Blogger