Senin, 01 September 2014

Ratu Atut div0nis empat tahun penjara

atut

Majelis hakim tidak satu suara terkait vonis untuk Ratu Atut Chosiyah

Gubernur Banten non-aktif Ratu Atut Chosiyah dijatuhi vonis empat tahun penjara dan denda Rp500 juta oleh majelis hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi dalam kasus suap sengketa pilkada Lebak, Banten. Dia juga didenda 200 juta Rupiah.

Putusan ini lebih rendah dibanding selama 10 tahun penjara dan denda Rp250 juta.

"Memutuskan menjatuhkan pidana selama empat tahun kepada terdakwa Ratu Atut Chosiyah dan denda sebesar Rp200 juta subsider kurungan lima bulan," kata Ketua Majelis Hakim Matheus Samidaji.

akil

Mantan hakim ketua MK Akil Mochtar telah divonis seumur hidup

Hakim Ketua Matheus mengakui bahwa terdapat perbedaan pendapat diantara anggota majelis hakim.

Namun pada akhirnya, hakim memutuskan Atut dinyatakan terbukti memberi uang sebesar Rp 1miliar kepada Akil Mochtar, yang saat itu menjabat Ketua Mahkamah Konstitusi. Majelis hakim menyatakan, ini dilakukan agar Akil memenangkan gugatan salah-satu pasangan calon bupati dalam Pilkada Lebak, setahun silam.

Selain itu, majelis hakim juga menolak tuntutan jaksa yang meminta agar Ratu Atut diberi hukuman tambahan yaitu agar hak politiknya untuk dipilih dan memilih dicabut.

Terhadap keputusan ini, kuasa hukum Ratu Atut meminta waktu untuk berpikir apakah akan mengajukan banding atau tidak.

Sebelumnya majelis tindak pidana korupsi telah menyatakan mantan Ketua MK Akil Muchtar bersalah dan menghukum . Adik Ratu Atut yaitu juga telah divonis hukuman penjara lima tahun.


http://www.bbc.co.uk/indonesia/berita_indonesia/2014/09/140901_vonis_atut_4tahun.shtml
jika diwebsite ini anda menemukan artikel dengan informasi dan konten yang salah, tidak akurat, bersifat menyesatkan, bersifat memfitnah, bersifat asusila, mengandung pornografi, bersifat diskriminasi atau rasis mohon untuk berkenan menghubungi kami di sini agar segera kami hapus.
◄ Newer Post Older Post ►
 

© KAWUNGANTEN.COM Powered by Blogger